Berkolaborasi Dengan Pusat Pengembangan Bahasa Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Jurusan PAI IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Seminar Internasional

Gorontalo – Jum’at, 14 Juni 2024, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo yang bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Bahasa serta Universitas Muhammadiyah Gorontalo menggelar Seminar Internasional dengan topik yang sangat menarik, yaitu “Integration of Science, Language and the Qur’an in Pedagogy”

Seminar yang diselenggarakan di Language Development Center IAIN Sultan Amai Gorontalo dihadiri oleh 50 Peserta terdiri dari Dosen dan Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Seminar yang digagas oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo ini bertujuan untuk menggali potensi integrasi multidisiplin antara sains, bahasa, dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih holistik dan berkesinambungan. Diskusi-diskusi dalam seminar ini mencakup berbagai topik mulai dari aplikasi praktis integrasi pengetahuan keislaman dalam kurikulum pendidikan formal hingga pengembangan strategi mengajar yang inklusif dan berbasis bukti.

Irmawati Duko Ishak, salah satu pembicara yang juga merupakan Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gorontalo dalam seminar ini, menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam pendidikan modern.

Menurutnya, integrasi antara sains, bahasa, dan ajaran Al-Qur’an tidak hanya memperkaya pengalaman belajar tetapi juga membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara pengetahuan, moralitas, dan etika.

Sementara itu Najamuddin Petta Solong, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) mengatakan, para peserta dari berbagai latar belakang ini akan disajikan dengan studi kasus dan penelitian terbaru yang mengilustrasikan bagaimana konsep integrasi ini dapat diimplementasikan dalam berbagai tingkatan pendidikan, dari Pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Najamudin menambahkan para peserta juga berkesempatan untuk berbagi pengalaman dan best practice dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ada dalam menerapkan pendekatan ini.

“Seminar ini merupakan langkah penting dalam mempromosikan dialog antarbudaya dan pengetahuan yang inklusif,” kat Najamuddin Petta Solong

Olehnya melalui seminar ini Ia berharap hasil-hasil dari seminar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan berbasis nilai-nilai universal.

“Dengan demikian, Seminar Internasional ini tidak hanya menjadi ajang untuk bertukar ide dan pengetahuan tetapi juga sebagai wadah untuk membangun jaringan kolaborasi yang kuat di antara para pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan. Semoga hasil dari seminar ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masa depan pendidikan global.” Pungkas Najamudin (Aadum)