Gorontalo (IAINSAG) – Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I., sebagai narasumber utama. Kegiatan yang mengangkat tema “Aktualisasi Keseimbangan Nilai Syariah dan Kebijakan Politik dalam Pembangunan Daerah yang Transformatif” ini berlangsung di Auditorium Fakultas Syariah Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kehadiran Bupati disambut hangat oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI, Kepala Biro AUAK, Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., Dekan Fakultas Syariah,Prof. Dr. Ahmad Faizal, M.Ag., Rektor UNU Gorontalo, Prof. Dr. H. Lahaji, M.Ag., sivitas akademika, serta mahasiswa., Senin (08/09/2025)
Dekan Fakultas Syariah dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dan pemerintah daerah. Ia menyampaikan dukungan penuh Fakultas Syariah terhadap program Gerakan Dua Ekor Kambing dan Sepuluh Ekor Ayam (G210) yang digagas Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. “Hari ini, sebagai wujud nyata dukungan kami, Fakultas Syariah menyerahkan secara simbolis dua ekor kambing dan sepuluh ekor ayam untuk program G210,” ujarnya.
Dekan juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati di tengah kesibukan pemerintahan. “Kami tahu betul kesibukan Bupati saat ini, apalagi dalam masa penyesuaian kebijakan daerah dan pusat. Namun karena kecintaan beliau sebagai alumni, Bupati tetap meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi inspirasi kepada adik-adik mahasiswa,” tambahnya.
Rektor IAIN Sultan Amai dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa perjalanan hidup Bupati adalah bukti nyata bahwa kerja keras, kesungguhan, dan kedisiplinan dapat membawa seseorang mencapai posisi penting. “Mungkin ketika masih mahasiswa, tidak ada yang menyangka beliau akan menjadi seorang Bupati, sama seperti saya dulu tidak pernah membayangkan akan berdiri di podium ini sebagai Rektor. Tapi kerja keraslah yang membuat kita sampai pada titik ini,” ungkap Rektor. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa harus memaknai perannya secara positif. “Saya mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi, itu adalah bagian dari demokrasi. Namun, jangan sekali-kali melakukan kekerasan. Sampaikan aspirasi dengan baik, karena itu juga mewakili suara kita semua,” tegasnya
Dalam kuliah umumnya, Bupati Gorontalo Utara mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali ke kampus tempat ia menimba ilmu selama 28 tahun. “Kampus ini adalah bagian terpanjang dari hidup saya. Sejak 1990 sampai 2018 saya berada di lembaga ini. Jadi kalau di politik saya baru lima tahun, di sini sudah 28 tahun. Itulah mengapa saya berani mengatakan, kampus ini adalah the largest part of my life,” ungkapnya dengan penuh haru
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus inilah yang menjadi panduan dalam merumuskan program kerja pemerintah daerah. Ia juga memperkenalkan konsep Salam Kinerja yang kini diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, dengan empat nilai utama: disiplin, bersih, produktif, dan sinergi. “Tidak ada kemajuan tanpa disiplin. Karena itu, disiplin menjadi poin pertama dalam Salam Kinerja. Begitu pula kebersihan, produktivitas, dan sinergi yang harus menjadi budaya kerja bersama,” jelasnya.
Di hadapan mahasiswa, Bupati berpesan agar mereka memanfaatkan masa kuliah untuk belajar dan berproses secara maksimal. “Saya ini bukan meninggalkan kampus. Justru saya kembali ke kampus, karena ilmu pengetahuanlah yang membimbing saya hingga hari ini. Yakinlah, dengan kerja keras dan disiplin, kalian semua bisa mencapai cita-cita,” pungkasnya.
Kuliah umum ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Selain memberikan inspirasi kepada mahasiswa, kegiatan ini juga mempertegas peran IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan masyarakat Gorontalo.