Dosen Jurusan PAI Beri Orasi Ilmiah pada Pembukaan Kuliah Semester Genap T.A. 2023/2024

Dr. Hasyim Mahmud Wantu, M.Pd.I. dosen jurusan PAI menjadi pemberi orasi ilmiah pada Studium General Pembukaan Kuliah Semester Genap T.A. 2023/2024 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo (12/02/2024) di aula FITK.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari dekan FITK Dr. Said Subhan Posangi, M.Pd.I. yang menyampaikan beberapa arahan terkait dengan perkuliahan dan peningkatan kualitas akademik yang telah diimplementasikan selama ini khususnya berbasis sistem informasi dan teknologi. Selain itu penguatan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya stakeholder dan bermitra dengan perguruan tinggi luar negeri di wilayah asia tenggara terus digalakkan dan dimaksimalkan. “Piagam kerjasama yang sudah ditandatangani hendaknya ditindaklanjuti dengan implementasi oleh jurusan masing-masing dalam menguatkan tri dharma perguruan tinggi” ungkap dekan.

Sementara itu Dr. Hasyim Wantu, M.Pd.I. dalam orasinya menegaskan penguatan karakter menjadi penting dijadikan sebagai basis pendidikan di era 5.0 dalam mewujudkan masyarakat yang mampu memecahkan berbagai tantangan sosial dengan menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. “Banyak tantangan yang bisa dilakukan tak terkecuali lembaga pendidikan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia unggul terutama mengatasi ketidakpastian dengan menjadikan guru sebagai inspirator.” ungkapnya.

Menurutnya, teknologi informasi tidak hanya sekedar menjadi pencarian informasi dan data tapi bisa menjadi sarana perbaikan kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya. Penyiapan sistem pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan inovasi pendidikan untuk mewujudkan kemampuan abad 21 atau masyarakat 5.0. “Perubahan bukan hanya pada metode mengajar tapi perubahan pada perspektif pendidikan yaitu fokus pada spesialisasi tertentu. Itulah sebabnya kurikulum perlu dikembangkan sikap individu abad 21 yang berbasis digital dalam pengembangannya misalnya pada soft skill yang berguna dalam berbagai situasi kerja misalnya keterampilan interpersonal dan keterampilan global dan literasi informasi. Era masyarakat 5 0 adalah era kolaborasi antara manusia sebagai pusatnya dan teknologi sebagai dasar sehingga perlu dilakukan adaptasi dan meng-update kompetensi.”

Bagi Hasyim Wantu adaptasi dengan masyarakat global harus seiring dengan penyiapan kompetensi karena kompetensi yang mumpuni merupakan karakteristik yang mendasar bagi seseorang berkaitan dengan aktivitas kerjanya. Pendidik harus inovatif dan dinamis dalam mengajar di dalam kelas sesuai kompetensi dan persyaratan yang dituntut dalam pembelajaran abad 21. Menciptakan novelty dan mengembangkan materi dan metode yang terhubung dengan kebutuhan aktual manusia dengan memanfaatkan perangkat informasi teknologi, membangkitkan rasa ingin tahu, terampil dan mampu bersaing, inovatif dan solutif atas masalah yang dihadapi, terbuka atas ide dari orang lain sehingga fokus pada solusi bukan pada masalah yang dihadapi. Kemampuan problem solving ini perlu dimiliki agar mampu bersaing di era 5.0.

Selanjutnya Hasyim Wantu mengungkapkan bahwa konsep pilar pendidikan UNESCO memiliki makna yang terintegrasi dengan tiga pilar pendidikan Islam (pendidikan tauhid, pendidikan akhlak, dan pendidikan ibadah) dalam penerapan di era 5 0 guna terwujudnya pendidikan bermakna. Terdapat dua kesimpulan dari seluruh uraian Hasyim Wantu dalam orasinya yaitu: pertama, Era masyarakat 5.0 maka sebagai institusi pendidikan harus menyiapkan lulusan unggul yang memiliki keterampilan abad 21. Kedua, implementasi pilar pendidikan yang sangat penting menghadapi era masyarakat 5.0 agar guru sebagai pendidik tidak hanya unggul di bidang teknologi tapi juga jadi pribadi yang baik, berkepribadian baik, berkarakter yang Islami, menjadi sumber informasi dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Setelah orasi ilmiah pada studium general pembukaan kuliah semester genap tahun akademik 2023/2024, kegiatan ini dilanjutkan dengan yudisium sarjana tahun akademik 2023/2024 sebagai calon wisudawan periode Maret. Terdapat 140 orang dari Jurusan PAI yang diyudisium pada kegiatan tersebut dan Agim Pasue sebagai lulusan terbaik juga dari jurusan PAI.

 

 

 

Sumber berita : Dosen Jurusan PAI Beri Orasi Ilmiah pada Pembukaan Kuliah Semester Genap T.A. 2023/2024