Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Era Society 5.0

GORONTALO (IAINSAG) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar Seminar Nasional yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat Lantai IV IAIN Sultan Amai Gorontalo, Kamis (07/11/2024).

Seminar Nasional yang mengusung tema Inovasi Perpustakaan Perguruan Tinggi di Era Society 5.0 Dalam Menjawab Kebutuhan Akademik ini, menghadirkan narasumber dari Kepala Perpustakaan UIN Syarif Hidatullah Jakarta, Agus Rifai, M.Ag., PhD., dan Peneliti Budaya dan Literasi Universitas Negeri Gorontalo, Basri Amin, S.Sos., M.A., PhD.

Para peserta yang hadir pada seminar ini, berasal dari pengelola perpustakaan perguruan tinggi se-Provinsi Gorontalo dan pengelola perpustakaan lingkup Fakultas IAIN Sultan Amai Gorontalo serta perwakilan dari Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Gorontalo.

Selain itu, Seminar ini dihadiri oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Gorontalo dan Kepala UPT Pusat Perpustakaan IAIN Sultan Amai Gorontalo, Ampauleng Zainuddin, S.Hum., M.Pd., serta para pejabat struktural dan fungsional IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Ketua Panitia Aswan Akudje, M.Si., dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas teknologi bagi para pengelola perpustakaan perguruan tinggi.

Lebih lanjut, ujarnya, kegiatan tersebut tujuannya adalah untuk mengembangkan strategi inovasi layanan perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan akademik di era society 5.0, dan untuk mendukung peningkatan mutu akademik melalui optimalisasi peran perpustakaan.

Kepala UPT Pusat Perpustakaan IAIN Sultan Amai Gorontalo, Ampauleng Zainuddin, S.Hum., M.Pd., saat mengawali sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan peserta yang hadir pada Seminar Nasional ini.

Selanjutnya, pihaknya mengajak para pustakawan untuk berperan aktif dalam menjawab kebutuhan akademik di era society 5.0 ini, sehingga diharapkan seminar ini akan mengupas tuntas dan menjawab keresahan bagi perguruan tinggi dalam menghadapi akreditasi.

“Marilah kita sama-sama merumuskan suatu masalah. Saya ingin kegiatan ini bukan hanya sekedar seremoni belaka, namun harus ada tindak lanjut setelah seminar ini. Kita harus memakai konsep ‘Gila’ (Gali Ilmu Langsung Action),” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Dr. H. Lukman Arsyad, M.Ag., yang mewakili Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, saat membuka kegatan ini menegaskan, bahwa di era society 5.0, perpustakaan segera berbenah dan bertransformasi sebagai penyedia akses layanan informasi secara digital dan selalu berinovasi dalam menghadirkan layanan yang relevan dengan era society 5.0.

“Perpustakaan perguruan tinggi segera berbenah diri dari peran tradisionalnya sebagai tempat koleksi buku dan journal dan segera bertransformasi sebagai penyedia akses informasi secara digital, jika tidak, maka akan tertinggal jauh,” tandasnya. (Hms/YN)