Kajur PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag. membuka acara Kuliah pakar dengan tema “Tantangan pendidikan abad 21 di era digital dalam rangka membangun generasi emas Indonesia 2045” pada senin (26/6/2023). Kuliah pakar yang digelar di Aula FITK menghadirkan pakar pendidikan Dr. Herson anwar, M.Pd sekaligus wakil dekan FITK dan praktisi pendidikan serta dosen pengampu mata kuliah pembelajaran abad 21 Muhamad Riski Mokodompit, M.Pd sebagai narasumber.
Dr. Najamuddin selaku Kajur PAI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yakni Pengurus HMJ PAI dalam penyelenggaraan kuliah pakar ini. Hal ini karena kegiatan tersebut merespon cepatnya perubahan pendidikan khususnya kurikulum. Pembelajaran abad 21 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menghendaki tidak saja kesiapan pengetahuan dan mental yang tangguh dari calon guru namun juga keseriusan dosen dalam membekali mahasiswanya sebagai calon guru yang unggul dan mumpuni karena jika tidak maka akan menyebabkan generasi yang dididiknya nanti menjadi korban. Kajur berharap ke depan akan dibuat kegiatan kuliah pakar internasional dengan menghadirkan pemateri dalam dan luar negeri yg memiliki pengalaman dan pemikiran yang berwawasan global kendati bertindak lokal di bidang pendidikan agama Islam. Beliau menghimbau kepada peserta kuliah pakar untuk bisa menyimak dengan baik hingga akhir kegiatan.
Poin penting dari penyampaian pemateri yakni tantangan dunia pendidikan kita dewasa ini ialah menyiapkan anak-anak kita untuk siap dan berani menghadapi tantangan hidup dimasa depan yang kemungkinan besar sangat berbeda dengan dunia yang kita hadapi sekarang, contohnya perubahan cepat dan terus menerus, kecangihan teknologi dan informasi dan komunikasi, digitalisasi sumber-sumber informasi, akses informasi tanpa batas, relasi pergaulan di dunia maya dan antar bangsa, mobilitas yang tinggi akibat terjangkaunya sarana taransformasi, layanan kebutuhan yang serba cepat dan instan.
Dari tantangan tersebut sebagai langkah alternatif pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan menuntut sekolah untuk mengubah pendekatan pembelajaran dari teahcer centered menjadi student centered yang dikenal dengan istilah 4 C,. 1) Comunication, 2) Collaboration 3) Critical Thinking and problem solving, 4) Creativity and innovation,. Pendekatan ini dianggap efektif sebagaimana tuntutan zaman dimana guru dan peserta didik harus memiliki kecapakan berfikir dan belajar guna mempersiapkan generasi baru yang berwawasan global. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
