Jumat, 23 Agustus 2024 Jurusan PAI menggelar Workshop Nasional Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kurikulum MBKM bagi para dosen dan tenaga pengajar. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam merancang dan menyusun RPS yang berkualitas, yang akan berdampak positif pada proses pembelajaran yang mendukung Kurikulum MBKM di kampus.
Workshop Nasional yang berlangsung di auditorium Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Sultan Amai Gorontalo ini dihadiri oleh lebih dari 30 dosen dan tenaga pengajar sebagai pengampu mata kuliah di program studi PAI. Narasumber utama dalam workshop ini adalah Dr. Fachri Yasin, M.Pd. seorang pakar dalam bidang pendidikan sekaligus Kaprodi S2 Teknologi Pendidikan dari Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta dan Dr. Somariah, M.Pd. Kepala Divisi Perangkingan LP3KUI dan Instruktur Pekerti Universitas Prof. Dr. Hamka Jakarta, serta Dr. Herson Anwar, M. Pd., Wakil Dekan 1 FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Acara pembukaan dibawakan oleh MC Geischa Cicilia Mokoagow diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kalam ilahi oleh Nadia Apriliani Gani dan pengantar ketua panitia Aprilianus Rakhmadi Pratama, M.Stat Selanjutnya acara dibuka oleh Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan 1 FITK, Dr. Herson Anwar, M. Pd.. Acara pembukaan ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Nana Adelina Makalalag
Dr. Herson Anwar, M. Pd. dalam pembukaan menyampaikan pentingnya penyusunan RPS yang baik dan relevan dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif yang mendukung Kurikulum MBKM.
“Penyusunan RPS yang baik menjadi landasan penting dalam mengatur tujuan pembelajaran, strategi mengajar, dan penilaian hasil belajar. Workshop ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan yang lebih dalam bagi para dosen dalam merancang RPS yang berkualitas yang mendukung Kurikulum MBKM,” kata Dr. Herson Anwar, M. Pd.
Moderator Kegiatan Dr. Razak Umar, M. Pd. mempersilahkan narasumber pertama
Dr. Fachri Yasin, M.Pd., memberikan presentasi dan diskusi tentang konsep dasar penyusunan RPS yang efektif. Beliau juga berbagi pengalaman dan contoh praktis dalam menyusun RPS yang dapat diaplikasikan dalam berbagai program studi di IAIN Sultan Amai Gorontalo.
“Penyusunan RPS hendaklah memperhatikan Profil Lulusan yang hendak dicapai. Susunan RPS yang baik akan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi mahasiswa dan membantu mereka mencapai hasil belajar yang maksimal. Hal ini sejalan dengan tujuan kita untuk mencetak lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di dunia nyata,” ungkap Dr. Fachri Yasin, M.Pd.
Selanjutnya Dr. Somariah, M. Pd. yang membawakan tema pengembangan RPS Kurikulum MBKM yang menegaskan pentingnya dosen mengembangkan RPS mulai dari penentuan CPL sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Prodi juga harus merancang bahan kajian dan deskripsi mata kuliah untuk menjadi dasar dalam pengembangan RPS.
Sesi terakhir dipaparkan materi sekaligus praktik pengisian template RPS sesuai taksonomi pembelajaran yang dipandu oleh Dr. Herson Anwar, M. Pd. Pada kesempatan tersebut diberikan satu contoh RPS untuk dijadikan contoh yang diikuti oleh peserta workshop untuk mengisinya sesuai dengan mata kuliah yang diampu.
Workshop Nasional ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dan narasumber. Para peserta workshop menyambut positif acara ini dan berharap dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Pada hari kedua diberikan kesempatan kepada seluruh dosen yang menjadi peserta untuk merampungkan RPS di rumah untuk direview oleh narasumber melalui sistem daring.
Menurut Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M. Ag., melalui workshop Nasional ini, Jurusan PAI menunjukkan komitmen dalam terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat kompetensi para dosen dan tenaga pengajar. “Dengan dukungan dari para pakar seperti Dr. Fachri Yasin, M. Pd., Dr. Somariah, M. Pd., diharapkan Prodi PAI semakin mampu memberikan pengalaman belajar yang bermutu dan relevan bagi para mahasiswa. RPS yang dibuat pun mendukung Kurikulum MBKM dan memiliki keseragaman template untuk menjadi salah satu penilaian borang akreditasi karena Prodi ini sedang mengajukan re akreditasi, ungkap Dr. Najamuddin Petta Solong, M. Ag.