GORONTALO (IAINSAG) — Upaya memperkuat ekosistem pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan keterampilan abad ke-21, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjalin kolaborasi strategis dengan MAN 1 Kabupaten Gorontalo.
Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dekan FUD, Dr. Andries Kango, M.Ag., dengan Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim, M.Pd, yang berlangsung dengan khidmat di Ruang Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Selasa (05/08/2025).
Kolaborasi ini mencakup sejumlah bidang penting yang menjadi kebutuhan strategis pendidikan menengah saat ini, antara lain: pendampingan riset ilmiah, penguatan media dakwah, pengembangan keterampilan berbasis multimedia dan seni budaya, serta peningkatan kapasitas siswa dalam berpikir kritis dan religius.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala MAN Bidang Humas serta beberapa guru pembimbing yang turut memberikan dukungan terhadap kerja sama ini. Dalam suasana dialog yang cair namun fokus, kedua belah pihak juga membahas rencana implementasi jangka pendek seperti pelatihan riset mini, workshop konten dakwah, serta pendampingan penulisan karya ilmiah.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini, Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo, Marci A. Karim, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas komitmen FUD mendampingi siswa MAN 1 Kabupaten Gorontalo, khususnya dalam bidang riset ilmiah yang selama ini menjadi salah satu keunggulan madrasah.
“Riset adalah kekuatan kami di MAN 1, dan kami telah membuktikan dengan raihan juara di tingkat nasional. Kehadiran FUD IAIN Sultan Amai menjadi angin segar dalam memperkuat budaya riset siswa, serta membuka jalan bagi pengembangan potensi lain seperti dakwah, multimedia, dan seni budaya,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menyebutkan sejumlah program unggulan madrasah yang telah berjalan, seperti Tata Busana, Tahfidz, Multimedia, dan Seni Budaya, serta program keterampilan baru berupa pelatihan barbershop sebagai bentuk inovasi pendidikan vokasi yang kontekstual.
Selain itu, Dekan FUD IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Andries Kango, M.Ag., menegaskan bahwa pihaknya siap menurunkan dosen-dosen dengan kompetensi dibidang riset keislaman, dakwah digital, komunikasi, hingga penguatan kapasitas siswa.
“Kami ingin kehadiran kami bukan sekadar simbolik, tapi benar-benar menjadi mitra strategis dalam mendampingi siswa MAN 1 menjadi pribadi visioner: cerdas secara ilmu, kuat dalam spiritualitas, dan tangguh dalam keterampilan,” ungkapnya.
Dengan penandatanganan MoU ini, kedua institusi berharap dapat membangun hubungan kemitraan yang tidak hanya berdampak bagi siswa dan mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring akademik antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
