Pelantikan PPPK IAIN Sultan Amai Gorontalo, Menag: Jadikan Trilogi Kerukunan Sebagai Landasan Pengabdian

GORONTALO (IAINSAG) – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi melantik 71.010 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pelantikan tersebut dilaksanakan secara daring, Senin (26/05/2025).

Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) harus memiliki tanggung jawab, baik secara individu maupun institusional, untuk mengajak masyarakat mendekatkan diri pada nilai-nilai agama.

Tak hanya itu, kata Menag, Kementerian Agama akan menguatkan kembali trilogi kerukunan sebagai landasan pengabdian.

“Tiga pilar kerukunan itu meliputi kerukunan antarumat manusia tanpa membedakan agama, etnis, gender, dan kewarganegaraan, Kerukunan antara manusia dengan alam, serta keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan. Ada Human, Nature, and God. Trilogi kerukunan ini penting untuk membangun Indonesia yang kita cintai,” ujarnya.

Diketahui, sejumlah 46 orang PPPK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang ikut serta dalam prosesi pelantikan tersebut, di Auditorium Gedung Rektorat Lantai IV Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IAIN Sultan Amai para Wakil Rektor, para Wakil Rektor, Ketua Senat, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK), para Dekan, pejabat struktural dan fungsional di lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Usai pelantikan, seluruh PPPK IAIN Sultan Amai Gorontalo menerima Surat Keputusan (SK) dari Kepala Biro AUAK IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dra Hj. Farida Napu, M.Pd., yang dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja.

Dalam arahannya, Dra. Hj. Farida Napu, M. Pd., menegaskan pentingnya menjaga integritas, etos kerja, dan profesionalitas. Menurutnya, sebagai ASN harus bertanggung jawab dengan tugas yang diemban.

“Tunjukkan perilaku kerja dan kinerja yang baik. Jika tidak, tentu akan menjadi bahan evaluasi,” tandasnya. (Hms/ZD)