Peran Perguruan Tinggi Dalam Pembangunan Berkelanjutan Untuk Kesejateraan Masyarakat

GORONTALO (IAINSAG) – Untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya, merupakan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal ini menjadi menarik, karena terkait dengan tema Stadium General yang digelar oleh Program Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, yaitu Peran Perguruan Tinggi Dalam Pembangunan Berkelanjutan Untuk Kesejateraan Masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Yang dihadiri langsung Tenaga Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia Bidang Sustainable Development Goals (SDGs) dan Kebijakan Energi, Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, M.S., dan Dr. H. Ridwan Tohopi, M.Si., dari Akademisi juga sebagai Rektor Universitas Nahdatul Ulama Gorontalo.

Turut hadir, Wakil Rektor (Warek) II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hj. Rahmawati, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Hj. Sridewi Yusuf, SE., MM., dan Civitas Akademika Program Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Warek II IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd. Dalam sambutannya, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Direktur Pascasarjana dan seluruh tim kerja yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga pembukaan kuliah untuk Pascasarjana dapat terlaksana dengan baik.

Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hj. Rahmawati, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang sudah hadir pada kegiatan ini.

Selain itu, disampaikan bahwa Stadium General merupakan sebuah tradisi akademik yang berfungsi untuk memberikan gambaran umum kepada mahasiswa tentang situasi perkembangan masyarakat pada semua lini.

Mahasiswa juga menjadi mengerti akan tugas dan fungsinya sebagai agen perubahan atau Agen of Change. Selain itu, Mahasiswa menjadi semakin berkualitas, memiliki sifat cerdas, inovatif dan beradab.

Tak hanya itu, menurutnya, Mahasiswa juga akan diberikan sugesti positif, spirit rasa percaya diri yang tinggi, sehingga diharapkan cita-citanya dapat tercapai.

“Jadi inilah manfaat kita melakukan Stadium General. Mahasiswa senantiasa termotivasi untuk belajar, menambah ilmu dan maju,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, saat memaparkan materinya, Tenaga Ahli KLHK Bidang SDGs dan Kebijakan Energi, Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, M.S., menyebutkan, bahwa TPB/SDGs menjadi penting yang merupakan sebuah rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia dalam rangka untuk mengakhiri 17 tujuan, yang sebenarnya dalam SDGs terkait dengan kemiskinan dalam mengurangi kesenjangan dan juga melindungi lingkungan.

Dalam mewujudkan ke 17 tujuan tersebut, maka semua pihak harus berkontribusi. Peran Perguruan Tinggi manurutnya, sangat strategis yang satu-satunya stakeholder pemangku kepentingan yang mempunyai terkait dengan 3 besar yang dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Oleh karena itu, dilevel Perguruan Tinggi khususnya, pihaknya secara masif melakukan advokasi seperti ini, sehingga peran Perguruan Tinggi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat memberikan dampak yang signifikan.

Lebih lanjut disebutkan, bahwa prinsip TPB/SDGs adalah sebuah rencana aksi yang menyasar pada 5P, yaitu, People (Umat Manusia), Planet (Bumi), Prosperity (Kesejahteraan), Peace (Perdamaian), Partnership (Kemitraan) yang saling terkait satu sama lain.

“Terkait dengan Partnership, hari ini kita bersama-sama melihat bagaimana masalah lingkungan. Tetapi dibalik itu sebenarnya keinginan kami khususnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bagaimana upaya kita bersama dalam rangka untuk memasifkan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan masalah penghijauan,” paparnya.

Tidak hanya itu, disampaikan bahwa di Provinsi Gorontalo mempunyai Unit Pelaksana Teknis yaitu Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang berada di Limboto Kabupaten Gorontalo. KLHK mempunyai program rehabilitasi hutan lahan.

Begitu pentingnya tujuan pembangunan berkelanjutan, sehingga sejak tahun lalu melalui Bappenas, diadakan lomba, award untuk Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan di level Kementerian.

“Partisipasi dari seluruh stakeholder termasuk akademisi ini mempunyai peran percepatan tercapainya SDGs. Peran Perguruan Tinggi sebagai agen perubahan dengan Tri Dharma Perguruan Tingginya, sebenarnya banyak hal-hal yang bisa dilakukan,” imbuhnya.

Ia berharap di IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat dibentuk SDGs Center. Menurutnya, SDGs Center dapat memfasilitasi Perguruan Tinggi. Bahkan, banyak mitra kerja Internasional yang tertarik untuk percepatan 17 goals tersebut.

“Saya berharap, kita mulai memikirkan hal ini. Insya Allah kalau berminat, saya bisa koordinasikan dengan SDGs pusat. Sehingga cikal bakal dari SDGs Center IAIN Sultan Amai Gorontalo ini juga bisa dibentuk,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyerahkan 100 pohon bibit produktif yang terdiri dari bibit durian, rambutan, mangga dan bibit mahoni yang merupakan pohon pelindung kepada IAIN Sultan Amai Gorontalo yang diterima langsung oleh Warek II, Dr. Mujahid Damopolii, M.Pd., yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat Lantai IV Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jum’at (29/09/2023).

“Mudah-mudahan ini menjadikan kampus kita menjadi kampus percontohan,” ujar Prof. Winarni Monoarfa.

Tak hanya secara lembaga, bahkan permohonan bibit ini pun, menurutnya bisa dilakukan secara perorangan.

“Ini menjadi penting karena sudah saatnya kita harus secara masif melakukan kegiatan yang terkait dengan masalah penghijauan, dan kampus ini saya kira harus kita jadikan contoh,” pungkasnya. (Hms/YN)