Perpustakaan IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Bimtek Pemanfaatan AI dalam Literasi Digital

Gorontalo (IAINSAG) – UPT Pusat Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital dunia akademik melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Pemanfaatan AI dalam Membangun Budaya Literasi yang Etis, Produktif dan Kreatif Terhadap Layanan Perpustakaan Digital Bagi Mahasiswa dan Peneliti”, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Eks FITK Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo ini menghadirkan Narasumber dari Universitas Ichsan Gorontalo, Amiruddin, S.Kom., M.Kom., MCF. serta diikuti oleh peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan perwakilan pustakawan dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo.

Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan ini, Wakil Rektor III IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Lukman Arsyad, M.Pd.I., menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi AI di dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung pengelolaan perpustakaan dan pengembangan karya ilmiah. Beliau menuturkan bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia berpikir dan bekerja, termasuk dalam proses penelitian dan penulisan ilmiah.

“Perpustakaan harus beriring waktu dan berdampingan dengan AI yang sangat membantu proses akademik, namun tetap perlu kehati-hatian karena batas toleransi kemiripan karya ilmiah masih berada pada angka 27 persen, sehingga dibutuhkan kecermatan dan kejujuran dalam memanfaatkannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau juga menyinggung sejarah perkembangan AI yang telah dimulai sejak tahun 1957 di Amerika Serikat, jauh sebelum banyak di antara kita mengenal komputer secara luas. Menurutnya, kemajuan tersebut menjadi pengingat bahwa dunia akademik tidak boleh tertinggal dalam memanfaatkan teknologi.

“Artificial Intelligence ini sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1957. Artinya, teknologi ini lahir lebih dulu dari sebagian besar generasi kita. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak untuk memperkuat kapasitas berpikir, bukan menggantikannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pusat Perpustakaan IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Ampauleng Zainudin, S.Hum., M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital civitas akademika.

“Kegiatan ini bertujuan agar para akademisi, baik dosen maupun mahasiswa, memahami pentingnya pemanfaatan AI dalam penyusunan penelitian seperti skripsi atau jurnal ilmiah, sehingga dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan berdaya saing, khususnya di lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo,” Jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat pengembangan pengetahuan berbasis teknologi. Transformasi digital di perpustakaan menjadi hal yang tidak bisa dihindari, terutama dalam mendukung visi kampus yang unggul dalam penelitian dan publikasi ilmiah.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Syahrudin Porindo, M.Si. yang memberikan apresiasi atas inisiatif perpustakaan IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam mengedukasi civitas akademika tentang pentingnya literasi digital.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus dan sangat membantu mahasiswa dalam pencarian informasi, terutama dalam penyusunan skripsi dan tesis. Materinya juga sangat relevan dengan kebutuhan dunia akademik saat ini,” ujarnya.

Beliau juga mengapresiasi kegiatan yang dinilainya sangat bermanfaat bagi pengembangan kemampuan akademik mahasiswa dan dosen.

“Saya juga mengapresiasi karena kegiatan ini memberi pemahaman baru tentang batas plagiasi dan etika dalam penggunaan AI, yang tentunya penting bagi peningkatan kapasitas mahasiswa,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, perpustakaan IAIN Sultan Amai Gorontalo menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penguasaan terhadap AI tidak hanya menjadi keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari kecakapan literasi digital yang wajib dimiliki oleh setiap insan akademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk memperkuat sinergi antara teknologi, literasi, dan nilai-nilai akademik melalui kolaborasi antara perpustakaan, pemerintah daerah, dan civitas akademika dalam mewujudkan transformasi digital yang berkeadaban dan beretika.