GORONTALO – Bertempat di Ballroom lantai 4 gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) melaksanakan workshop smart parenting, Sabtu (6/8). Kegiatan yang mengangkat tema “Integrasi Nilai-nilai Islam Dalam Pengasuhan Berbasis Disiplin Positif” dibuka langsung oleh Rektor Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI.

Dalam sambutannya Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh PSGA sangat penting. Menurutnya, smart parenting adalah segala tindakan cerdas yang dilakukan orang tua kepada anak-anak dalam rangka melindungi, merawat, mengajari, mendisiplinkan dan memberi  panduan. Dalam  berinteraksi dengan lingkungan, terkadang terdapat suatu ke-cenderungan yang mempengaruhi anak, baik dalam hal tingkah laku, gaya bicara, pengetahuan, maupun pola hidup.

“Orang tua memiliki peran penting untuk memberikan dan menanamkan nilai-nilai, akhlak, keteladanan, dan kefitrahan terhadap anaknya. Karena seorang anak sangat memerlukan bimbingan orang tuanya dalam membentuk karakter kepribadian anak yang baik.” jelasnya

Rektor menambahkan, di era digital saat ini orang  tua dituntut untuk terus berdisiplin dalam memonitoring anak-anak, Jika tidak terus diawasi pola pikir anak-anak kita akan terbawa arus dan terjerat oleh perkembangan jaman yang sangat pesat saat ini.

“Orang tuah adalah garda terdepan, orang tua harus menjadi pilot sentral bagi anak.” Tandasnya

Sebelumnya Kepala PSGA IAIN Sultan Amai Gorontalo, Zulfitri  Zulkarnain Suleman, M.H menjelaskan workshop smart parenting ini dilaksanakan didasarkan dari beberapa  hasil penelitian dan pengumpulan data mengenai masalah yang dikeluhkan oleh para orang tua. diantaranya terkait dengan problem anak yang kecanduan gadget, kurangnya kepercayaan diri anak, narkoba, kesehatan reproduksi serta masalah anak lainnya yang perlu menjadi perhatian kita bersama.

“Oleh karenanya kami berpandangan bahwa keluarga harus menjadi pelindung bagi anak dan harus menjadi garda terdepan dalam hal pemenuhan hak anak.” Jelasnya

“Namun faktanya masih banyak ditemukan orang tua yang belum mampu untuk mengasuh anak dengan baik. Banyak anak yang berpindah pengasuhan kepada lembaga alternatif dan juga mengalami keterpisahan dari orang tua.” Pungkas Kepala PSGA yang dilantik beberapa waktu lalu.

Sementara itu ketua LP2M, Dr. Muh. Rusli, M.FIL.I, menuturkan, untuk PSGA saat ini sudah ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan, diantaranya rumah ramah anak yang setiap harinya ada yang berkunjung baik dari anak-anak dosen dan pegawai, kedua PSGA juga turut melaksanakan pendampingan analisis Stunting di Kabupaten Bone Bolango.

“Alhamdulillah PSGA IAIN Sultan Amai Gorontalo diamanatkan sebagai tim pendamping Pemda Bone Bolango dalam hal penurunan hal tingkat stunting dan sudah beberapa kali melakukan presentasi tingkat nasional dan juga PSGA beberapakali menjadi narasumber ditingkat Nasional.” Tutup ketua LP2M

Adapun yang menjadi pemateri pada workshop adalah Dr. Rosmini, S.Ag., M.Th.I, Kepala Pusat Studi Gendar & Anak UIN Alauddin Makassar dan Kusmawaty Matara, MA,  Sekrtaris LP2M dan juga pernah mnjabat sebagai Kepala PSGA IAIN Sultan Amai Gorontalo. (Aadum)