Rektor IAIN SMART Resmi Lepas Mahasiswa KKS-T 2025/2026 di Kabupaten Gorontalo Utara

GORONTALO (IAINSMART) – Rektor Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART), Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., bersama seluruh pimpinan IAIN SMART secara resmi melepas Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) tahun akademik 2025/2026. Pelepasan tersebut bertempat di Masjid Jabal Iqra, Kabupaten Gorontalo Utara (Kab. Gorut), Rabu (21/01/2026).

Mahasiswa  peserta KKS-T IAIN SMART langsung disambut dengan baik oleh Bupati Kab. Gorut, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I.

Turut hadir mendampingi para mahasiswa, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN SMART, Dr. Nova Effenty Muhammad, M.H.I., Ketua Panitia,  Dr. Arfan Nusi, M.Fil.I., dan para Dosen Pembimbing Lapangan KKS-T IAIN SMART tahun akademik 2025/2026.

Sebanyak 541 Mahasiswa peserta KKS-T tahun akademik 2025/2026 IAIN SMART, akan diterjunkan ke masyarakat yang tersebar di 60 desa di Kab. Gorut sebagai lokasi KKS-T tahun ini.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 40 hari, sejak tanggal 21/01/2026, sampai dengan tanggal 02/03/2026, dengan mengusung tema IAIN Mopomulo; Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Membangun Desa Hijau, Mandiri, Berbudaya, dan Religius.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LP2M IAIN SMART, Dr. Nova Effenty Muhammad, M.H.I.,sebagai laporan pada pelepasan peserta KKS-T tahun akademik 2025/2026.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kab. Gorut, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan lima program strategis daerah yang akan dijalankan secara sinergis dengan peserta KKS-T IAIN SMART, diantaranya Program Mopomulo (Red: Menanam).

Program tersebut dipilih bukan tanpa alasan, menurut Bupati Thariq Modanggu, istilah menanam dipilih karena memiliki makna yang lebih luas dibandingkan pertanian.

“Pertanian sering diidentikkan dengan padi dan sawah, sementara menanam itu maknanya jauh lebih luas. Kita menanam pohon, menanam nilai, dan menanam masa depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa dalam mendukung program tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Gorut menggagas Bank Data Pohon, yakni pendataan seluruh pohon yang ditanam oleh mahasiswa peserta KKS-T agar menjadi bagian dari dokumentasi dan sejarah pembangunan lingkungan di Gorut.

Tak hanya itu, kata Bupati, Kab. Gorut memiliki tagline yaitu Berkreasi dalam Keterbatasan, yang menekan pentingnya inovasi dan kreativitas di tengah keterbatasan sumber daya.

“Keterbatasan bukan untuk dikeluhkan, tetapi justru menjadi pemicu lahirnya inovasi,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa peserta KKS-T didorong untuk melahirkan inovasi dan kreasi selama pelaksanaan pengabdian. Sementara, Pemda Kab. Gorut akan melakukan penilaian terhadap inovasi yang dihasilkan dan memberikan penghargaan berupa piagam maupun hadiah bagi karya yang dinilai bermanfaat, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Ditempat yang sama, Rektor IAIN SMART, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., menekankan bahwa KKS-T bukan hanya kewajiban akademik, tetapi merupakan wadah pembelajaran sosial yang bermakna dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Mahasiswa hadir di masyarakat bukan untuk menggurui, tetapi untuk belajar, mendampingi, dan memberdayakan masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKS-T harus meaningful dan membawa manfaat yang nyata,” tegasnya.

Pihaknya berharap agar kerja sama antara IAIN SMART dan Pemda Kab. Gorut tidak berhenti pada KKS-T tahun ini saja, tetapi terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk rencana pengembangan konsep KKS sepanjang tahun.

“Semoga waktu 40 hari kedepan menjadi pengalaman terbaik bagi mahasiswa dan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang yang berkelanjutan,” tandasnya.

Kegiatan ini ditandai dengan cap lukisan simbolis sebagai wujud kolaborasi antara IAIN SMART dengan Pemda Kab. Gorut. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman 25 bibit pohon secara simbolis dan diakhiri dengan pelepasan balon.(Hms/YN)