Rumah Moderasi Beragama IAIN Gorontalo Gaungkan Moderasi Beragama dalam Konteks Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika

Walaupun gagasan moderasi beragama di Indonesia saat ini selalu digaungkan di mana-mana, bukan berarti problem keagamaan selesai ditengah masyarakat, demikian disampaikan Dr. H. Lukman Arsyad, M.Pd. selaku Wakil Rektor III IAIN Sultan Amai Gorontalo saat sambutan pembukaan Seminar Nasional Moderasi Beragama dalam konteks Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika di Aula LPM IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Dalam sambutannya, Warek III menyampaikan juga, sesuai fakta yang ia jumpai, ditengah masyarakat beragama masih ada orang-orang yang belum bisa menerima kehadiran kelompok lain, karena bagi mereka kelompok lain tidak bisa diberi ruang lebih. Lewat seminar nasional moderasi beragama ini adalah momentum yang tepat untuk meruntuhkan egoisme kelompok agar selalu berfikir inklusif dalam beragama.

Selain itu dalam sambutan Dr. Ahmad Faisal Dekan Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo menekan pada empat aspek moderasi beragama, yaitu, komitmen kebangsaan, anti kekerasaan, toleran dan penerimaan terhadap budaya. Anak-anak muda mesti memiliki empat aspek ini sebagai tolak ukur generasi yang religius sekaligus cinta pada negaranya.

Dalam pelaksanaan seminar nasional panitia pelaksana dari Lembaga Debat Hukum dan Konstituti IAIN Sultan Amai Gorontalo dipandu oleh moderator Arianto Sulaiman dan menghadirkan empat orang pemateri, Dr Arfan Nusi, M.Hum (Ketua Rumah Moderasi Beragama IAIN Sultan Amai Gorontalo), Dr. Dikson Yasin, M.HI (Akademisi IAIN Sultan Amai Gorontalo), Intan Nuyulis Naeni. M.Pd. I (Akademisi IAIN Kediri), Ibnu Farhan, M.Hum (Akademisi UIN Walisongo Semarang). Kegiatan dilaksanakan dua sesi, sesi pertama luring di Gedung LPM IAIN Sultan Amai Gorontalo yang diisi pemateri Arfan Nusi dan Dikson Yasin sedangkan sesi kedua lewat daring masing-masing Intan Nuyulis Naeni dan Ibnu Farhan. Peserta kegiatan yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia baik luring maupun daring dengan latar belakang yang beragam.

Dalam kesempatan ini pula Ketua Lembaga Debat Hukum dan Konstituti IAIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan seminar nasional, terkhusus kepada Kementerian Agama Republik Indonesia yang telah membantu mendanai langsung kegiatan ini lewat sebuah proses seleksi, hingga akhirnya Lembaga Debat Hukum dan Konstituti IAIN Sultan Amai Gorontalo terpilih untuk menyelenggarakan kegiatan seminar.  Rumah Moderasi Beragama IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap Moderasi Beragama pada masyarakat bukan semata-mata dipandang dari sisi normatif, tapi dari sisi dasar kenegaraan yakni Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.