Gorontalo, 10, Juli 2025 — Komitmen IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam menghadirkan lingkungan pembelajaran berbahasa Arab yang hidup dan aktif kembali ditunjukkan melalui kehadiran Syekh Yusuf Abdul Mannan, M.A., seorang pelatih bahasa Arab asal Sudan, yang akan tinggal selama satu bulan penuh di Guest House kampus. Kehadiran beliau menjadi bagian dari program unggulan Pusat Pengembangan Bahasa, yaitu International Class Program (ICP) 2025.
Selama berada di kampus, Syekh Yusuf tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga siap mendampingi mahasiswa secara langsung di luar jam formal, termasuk sesi belajar malam hari, diskusi ringan, hingga praktik bercakap santai berbahasa Arab dalam suasana yang alami dan akrab.
Menurut Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Dr. Ibnu Rawandhy N. Hula, M.A., pemilihan Guest House sebagai tempat tinggal Syekh Yusuf merupakan strategi untuk menghadirkan bi’ah lughawiyah (lingkungan berbahasa) yang lebih nyata.
“Kehadiran beliau di tengah mahasiswa bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teman berdialog, tempat bertanya, dan pembimbing praktik bahasa. Hal ini akan mempercepat peningkatan kemampuan berbahasa mahasiswa karena dilakukan secara intensif dan kontekstual,” jelasnya.
Program ini dirancang berlangsung selama 1 bulan penuh, dengan jadwal pembelajaran aktif 4 hari dalam seminggu. Mahasiswa tidak hanya belajar dari sisi linguistik, tetapi juga mendapatkan pemahaman budaya dan konteks keislaman dari negara asal penutur asli.
Syekh Yusuf Abdul Mannan sendiri menyampaikan antusiasmenya dalam mendampingi mahasiswa IAIN Gorontalo.
“Saya senang bisa tinggal di kampus bersama para mahasiswa. Ini kesempatan yang sangat baik untuk membangun suasana pembelajaran yang akrab dan alami. Bahasa Arab bukan hanya untuk dihafal, tapi untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kehadiran Syekh Yusuf di lingkungan kampus diharapkan dapat memperkuat misi Pusat Pengembangan Bahasa dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan mahasiswa secara nyata, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan akademik internasional.
Dengan dukungan penuh dari pihak pimpinan kampus, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya atmosfer kampus yang aktif, interaktif, dan berwawasan internasional, khususnya dalam penguasaan bahasa asing.