IAIN Sultan Amai Gorontalo Kukuhkan Dua Guru Besar, Rektor: Gelar Profesor Harus Jadi Makna dan Pengabdian

Gorontalo (IAINSAG) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo kembali menorehkan sejarah dengan mengukuhkan dua guru besar baru, yakni Prof. Dr. H. Arten H. Mombonggi, S.Ag., M.Pd. dalam bidang Manajemen Mutu Pendidikan dan Prof. Dr. Muhdar H.M., S.E., S.T., M.M. dalam bidang Manajemen. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan di Auditorium Gedung Rektorat Lantai IV Kampus I IAIN Sultan Amai Gorontalo dihadiri oleh Sekretaris Senat, para Wakil Rektor, dekan, sivitas akademika, serta tokoh masyarakat, termasuk Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo. Kamis (28/08/2024)

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Prof. Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.HI. menegaskan bahwa jabatan guru besar merupakan capaian tertinggi dalam karier akademik dosen, namun gelar tersebut tidak boleh dipandang sebatas simbol. “Guru besar adalah puncak tertinggi jabatan fungsional dosen. Gelar ini tidak sekadar simbol akademik, tetapi representasi dedikasi serta konsistensi seorang ilmuwan. Saya berharap gelar ini bukan sekadar nama, tetapi membawa makna dan warna sesuai disiplin keilmuan yang dimiliki,” ujarnya.

Rektor juga menyoroti panjangnya perjalanan menuju gelar profesor yang ditempuh kedua tokoh ini. “Banyak orang mengira bahwa menjadi profesor cukup dengan gelar doktor. Padahal jalannya panjang, mulai dari publikasi ilmiah, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga menghadapi reviewer jurnal internasional yang sering membuat kita tidak tidur semalaman. Itulah perjuangan yang telah ditempuh kedua guru besar kita hari ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor menggambarkan sosok Prof. Muhdar sebagai figur multidisipliner dengan keilmuan yang luas. “Jarang sekali ada seorang profesor yang menempuh jalur ilmu begitu beragam. Hal ini membuktikan bahwa integrasi ilmu sosial dan sains adalah keniscayaan bagi pendidikan masa kini,” katanya.

Sementara itu, Prof. Arten dikenal sebagai tokoh pendidik Gorontalo yang konsisten menekuni bidang manajemen pendidikan dan mutu pendidikan. Selain aktif meneliti kebijakan pendidikan, mutu guru, hingga kurikulum, Prof. Arten juga kerap terjun langsung dalam kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat. “Beliau bukan hanya akademisi, tetapi juga pengabdi di masyarakat. Kehadirannya sebagai guru besar akan semakin memperkuat kontribusi kampus bagi pembangunan pendidikan dan sosial di Gorontalo,” ujar Rektor.

Rektor menutup sambutannya dengan pesan agar kedua profesor terus berkomitmen memberikan sumbangsih nyata bagi pengembangan keilmuan dan pengabdian di IAIN Sultan Amai Gorontalo. “Hari ini kita tidak sekadar memberi gelar, melainkan menegaskan makna dari perjuangan panjang. Saya berharap kedua profesor ini terus mendedikasikan keilmuannya untuk bangsa, umat, dan masyarakat,” pungkasnya.