LP2M IAIN SMART Matangkan KKS-T, Siap Bersinergi Sukseskan Program Mopomulo

GORONTALO (IAINSMART) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) terus mematangkan pelaksanaan Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T). Pada Selasa, 6 Januari 2026, LP2M melanjutkan agenda koordinasi dengan menggelar pertemuan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gorontalo Utara.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi LP2M dengan Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang berlangsung pada 17 Desember 2025 lalu. Hadir dalam pertemuan tersebut dari LP2M IAIN SMART yakni Asna Dilo selaku Sekretaris LP2M, Arfan Nusi selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Selvianti Kaawoaan selaku Kepala Pusat Gender dan Anak, serta Udin Ibrahim dan Vonny Ino.

Rombongan LP2M disambut langsung oleh Kepala Dinas PMD Gorontalo Utara, Tamrin Monoarfa, didampingi Sekretaris Dinas PMD dan Ibu Salva Boki beserta jajaran pejabat PMD di Kantor Dinas PMD. Pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut membahas teknis pelaksanaan KKS-T, termasuk arah program, lokasi sasaran, serta bentuk dukungan pemerintah daerah dan desa.

Dalam wawancaranya, Kepala Dinas PMD Gorontalo Utara, Tamrin Monoarfa, menyambut baik rencana pelaksanaan KKS-T oleh IAIN SMART. Ia menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran LP2M IAIN SMART. KKS-T ini bisa menjadi kekuatan pendamping bagi desa, terutama dalam mendukung program Mopomulo yang sedang Pemerintah Gorontalo Utara galakkan melalui Gerakan Agro Mopomulo (GAM), satu orang sepuluh pohon,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan kunci keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan. “Dalam waktu dekat kami akan mengundang para camat dan kepala desa yang menjadi lokasi KKS-T dan pihak LP2M agar semua aspek teknis, mulai dari posko mahasiswa, penyambutan, hingga pola pendampingan di lapangan benar-benar siap,” tegas Tamrin.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M IAIN SMART, Arfan Nusi, menegaskan bahwa KKS-T tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga sebagai wujud nyata pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. “KKS-T kami arahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat desa. Dukungan terhadap program Mopomulo sangat sejalan dengan visi pengabdian kami dan juga dengan kebijakan Kementerian Agama RI tentang ekoteologi, yakni kepedulian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.

Menurut Arfan, mahasiswa akan didorong menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi desa, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan. “Kami berharap kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Dengan koordinasi yang semakin intens dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, LP2M IAIN SMART optimistis pelaksanaan KKS-T ke depan akan berjalan sukses dan menjadi model pengabdian kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.