GORONTALO (IAIN SMART) – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menyelenggarakan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) sebagai bagian dari upaya evaluasi kinerja serta penguatan pelaksanaan program kerja fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, (31/12/2025) di Manna Bakery & Café.
Pra Raker FITK dihadiri oleh Wakil Rektor I IAIN SMART, Dr. Herson Anwar, M. Pd., Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Said Subhan Posangi, M. Pd. I., Wakil Dekan I, Dr. Burhanudin Abdul Karim Mantau S. Ag., M. Pd. I, Wakil Dekan II, Dr. Damhuri M. Ag., Wakil Dekan III, Dr. H. Hasyim Mahmud Wantu M. Pd. I., para Ketua Program Studi, para Sekretaris Prodi, dosen, serta tenaga kependidikan (Tendik) di lingkungan FITK.
Dekan FITK Prof. Dr. H. Arten H. Mobonggi, S. Ag., M. Pd. I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pra Raker merupakan forum strategis untuk menghimpun masukan, saran, dan penguatan dari seluruh sivitas akademika dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja fakultas.
“Pra Raker ini kami laksanakan sebagai ruang partisipatif yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh unsur fakultas untuk menyampaikan masukan dan penguatan terhadap kebijakan serta pelaksanaan program kerja,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa capaian kinerja pada periode sebelumnya menjadi modal penting bagi pengembangan FITK ke depan. Sejumlah program telah menunjukkan hasil yang positif dan mencapai target yang telah ditetapkan.
“Legasi kepemimpinan sebelumnya telah memberikan fondasi yang kuat bagi FITK. Capaian-capaian tersebut perlu kita pertahankan dan tingkatkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FITK juga menyoroti dinamika perubahan regulasi yang berimplikasi pada pelaksanaan program akademik dan kelembagaan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan jurusan dan program studi dalam menyesuaikan kebijakan yang berlaku.
“Perubahan regulasi menuntut kesiapan dan penyesuaian dari seluruh unit kerja agar pelaksanaan program fakultas tetap berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa meskipun program kerja tahun berjalan telah ditetapkan sebelumnya, Pra Raker ini tetap dimanfaatkan sebagai forum penyiapan gagasan dan penguatan arah kebijakan program pada periode selanjutnya.
“Forum ini juga kita arahkan untuk mempersiapkan perencanaan program pada periode berikutnya agar pengembangan fakultas berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan Pra Raker FITK kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I, Dr. Herson Anwar, M. Pd., dalam sambutannya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Pra Raker merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program serta menyusun perencanaan yang terarah dan berkelanjutan.
“Pra Rapat Kerja menjadi momentum penting bagi fakultas untuk melakukan refleksi atas capaian kinerja sekaligus menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi dinamika pengelolaan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan pada periode sebelumnya. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Capaian yang diraih FITK patut diapresiasi. Namun demikian, capaian tersebut harus terus diiringi dengan evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perhatian serius terhadap aspek akreditasi program studi dan penataan tata kelola fakultas. Pemenuhan standar mutu merupakan bagian tidak terpisahkan dari komitmen peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam.
“Akreditasi dan tata kelola merupakan indikator utama mutu institusi. Oleh karena itu, seluruh pengelola program studi perlu memastikan kesiapan instrumen dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia berharap pelaksanaan Pra Raker FITK dapat menjadi landasan dalam merumuskan program kerja yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama dan visi pengembangan institusi.
“Saya berharap Pra Raker ini mampu menghasilkan perencanaan yang terukur, realistis, dan berorientasi pada peningkatan mutu fakultas,” pungkasnya.

