Workshop Edukasi Tenaga Pendamping Anak Usia Dini Pada Ruang Ramah Anak

GORONTALO (IAINSAG) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo mengadakan Workshop Edukasi Tenaga Pendamping Anak Usia Pada Ruang Ramah Anak, bertempat di Auditorium Gedung Rektorat lantai IV Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo, Kamis (10/08/2023).

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan dan mengembangkan kesadaran terhadap pendampingan anak usia dini pada ruang ramah anak, baik di internal maupun eksternal kampus, baik di sekolah-sekolah maupun di tempat umum lainnya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi., Wakil Rektor (Warek) I, Warek III, Ketua LP2M, Ketua PGSA, Ketua Dharma Wanita Persatuan IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dekan FITK, Dekan FEBI, para dosen, para guru TK Se-Provinsi Gorontalo, dan mahasiswa serta para tamu undangan lainnya.

Hadir sebagai narasumber, dr. Dewi Meliyani Suleman dan Anik Indarwati, yang dipandu langsung oleh Moderator, Hikmah Biga.

Adhyani Mentari Paramata, MSM., selaku Ketua Panitia berharap materi yang dipaparkan oleh narasumber bisa menambah wawasan dan membantu para pendidik untuk memahami cara pendampingan anak usia dini pada ruang anak.

“Semoga materi ini dapat memberikan tambahan wawasan kepada bapak ibu guru di TK dan PAUD dan khususnya kepada mahasiswa di jurusan PIAUD,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PGSA Zulfitri Suleman, M.H., menjelaskan bahwa menurut data KPAI, Indonesia masih mengadaptasi sistem pola asuh anak sebagai objek yang tidak tahu apa-apa, sehingga orang tua maupun pendamping merasa selalu benar. Hal ini menimbulkan insiden perundungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Oleh karena itu, menurutnya kualitas pendamping anak usia dini sangat menentukan tingkat kesadaran dalam menjalankan perannya secara optimal sebagai penyelenggara lingkungan anak. Untuk itu, pendamping anak usia dini diharapkan memiliki kompetensi sosial, kepribadian yang baik dan profesionalisme.

“Tenaga pendamping anak usia dini yang profesional menyadari dengan benar bahwa hak-hak anak harus dilindungi agar tumbuh kembang anak dapat distimulus secara optimal,” ujarnya.

Terkait hal itu, ia berharap baik orang tua maupun pengasuh atau alternatif pengasuh anak-anak harus dapat menerapkan pengasuhan dengan penuh cinta kasih, penghormatan kepada pendapat anak tanpa kekerasan dan tanpa eksploitasi. Karena hal ini dapat memperkuat kecerdasan emosional anak, sehingga anak mampu menghadapi segala macam ancaman dalam bentuk apapun.

Untuk itu, Zulfitri Suleman menyebut, bahwa PGSA hadir sebagai wadah untuk mengedukasi dan advokasi dalam meningkatkan pemahaman terhadap pendamping anak usia dini pada ruang ramah anak.

“PGSA merupakan bagian yang intens melakukan edukasi dan advokasi memandang penting untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini, sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman terhadap pendamping anak usia dini pada ruang ramah anak dan mengajak semua pihak untuk terlibat sesuai dengan kapasitasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi., dalam sambutannya mengatakan bahwa pendamping anak usia dini bertanggung jawab dalam masa depan anak-anak tersebut.

“Berbicara tentang pendampingan anak usia dini bahwa generasi yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang harus terpola dari sekarang. Tanggung jawab dari para pendamping ini untuk mempola hal tersebut,” ungkap Rektor.

Rektor berharap bahwa ilmu yang kita dapat dalam kegiatan ini akan mendapatkan nuansa pengetahuan dalam mendampingi anak usia dini.

“Peserta yang ikut dalam workshop ini menjadi corong bagi PSGA untuk menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat, agar bisa membantu mengedukasi cara pendampingan anak usia dini,” harap Rektor. (Hms/YN)