IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Rapat Kerja 2026, Siap Transformasi Menjadi UIN

GORONTALO (IAINSMART) – Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) mengadakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) dengan tema Mempersiapkan UIN Masa Depan: Transformasi Nilai, Peningkatan Tata Kelola, Mutu & Dampak, yang bertempat di Auditorium Gedung Rektorat lantai IV Kampus 1 IAIN SMART.

Raker yang berlangsung selama dua hari, 5-6 Februari 2026 ini, dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN SMART, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat langkah IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dengan fokus pada peningkatan tata kelola, mutu, dan dampak institusi. Dengan demikian, IAIN Sultan Amai Gorontalo siap menjawab tantangan zaman dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Raker diikuti oleh seluruh pimpinan, baik di tingkat Senat Institut,Rektorat, Fakultas, Unit Kerja, lembaga, Dharma Wanita Persatuan, Dewan Mahasiswa Institut dan Panitia Pelaksana. Seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada penguatan transformasi nilai, peningkatan tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu layanan akademik dan nonakademik, serta perluasan dampak UIN bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) sekaligus Ketua Panitia, Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh peserta diharapkan untuk disiplin waktu dan berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. “Raker ini adalah forum strategis untuk berbicara kelembagaan dan transformasi IAIN menuju UIN,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN SMART, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses alih status IAIN menuju Universitas Islam Negeri (UIN) terus menunjukkan perkembangan yang terukur.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah menyiapkan tim untuk mengawal tahapan lanjutan alih status.

“Dengan tahapan ini, pembicaraan tentang UIN menjadi terukur, jelas waktu dan targetnya,” ujarnya.

Menurut Rektor, hal yang menjadi prioritas utama dalam Raker ini adalah percepatan penyusunan Statuta dan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker). “Selesaikan semua yang bisa diselesaikan di sini, terutama yang bersifat strategis,” tegas Rektor.

Melalui Raker ini, IAIN SMART menargetkan lahirnya kesepakatan-kesepakatan strategis yang tidak hanya berhenti pada tataran dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan. Diharapkan, seiring dengan beralih status menjadi UIN, tata kelola, mutu, dan dampak kelembagaan dapat berjalan seiring dan saling menguatkan. (Hms/YN)