Kepala Biro AUAK IAIN Sultan Amai Gorontalo Paparkan Inovasi VADR pada Capacity Building Kehumasan PTKIN Se-Indonesia

GORONTALO (IAINSAG) – Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., memperkenalkan Strategi Inovasi Virtual Assistant Dwingent Recht (VADR) sebagai pilot project perubahan Diklat PIM II, yang dikemas dalam Capacity Building Kehumasan PTKIN Se-Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung pada 4-6 Oktober 2024 yang menghadirkan para humas dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Dalam pemaparannya, Kepala Biro Administrasi AUAK IAIN Sultan Amai Gorontalo Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., menjelaskan bahwa Virtual Assistant Dwingent Recht (VADR) adalah inovasi berbasis teknologi yang dirancang untuk menghadirkan efisiensi dalam pengelolaan informasi, komunikasi publik, dan pelayanan akademik di IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Inovasi ini bertujuan untuk menjawab tantangan era digital dengan menghadirkan solusi digital yang mempermudah aksesibilitas informasi, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum.

Menurutnya, VADR berperan penting dalam transformasi layanan akademik dan publik, yang semakin membutuhkan kecepatan dan akurasi dalam menyajikan informasi. “Kami menyadari bahwa dalam era digital ini, publik menuntut layanan yang responsif, efisien, dan transparan. VADR didesain untuk menjawab tuntutan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, VADR tidak hanya berfungsi sebagai asisten virtual, tetapi juga sebagai alat untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan komunikasi dan informasi di lingkungan kampus. Hal ini memungkinkan sivitas akademika dan masyarakat umum untuk mendapatkan informasi secara real-time, tanpa harus melalui proses yang panjang atau rumit.

Dengan dukungan teknologi ini, humas IAIN Sultan Amai Gorontalo diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, menciptakan komunikasi yang lebih interaktif, dan membangun citra institusi yang lebih kuat dan profesional.

“Virtual Assistant Dwingent Recht hadir sebagai jawaban atas kebutuhan layanan publik yang lebih cepat, tepat, dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Kami berharap inovasi ini tidak hanya bermanfaat di IAIN Sultan Amai Gorontalo, tetapi juga menjadi inspirasi bagi PTKIN lainnya di Indonesia,” tutup Farida.

Kegiatan yang dipandu oleh Suhirman Adita, S.Ag., M.Pd., dihadiri oleh 70 peserta dari kehumasan berbagai PTKIN di Indonesia. Dalam suasana diskusi, Farida juga memaparkan bahwa inovasi VADR telah diimplementasikan secara bertahap di IAIN Sultan Amai Gorontalo, dengan hasil yang positif dalam mempermudah berbagai urusan akademik dan pelayanan kehumasan. “Kami berharap inovasi ini dapat menjadi model yang bisa diadopsi oleh PTKIN lain di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Suhirman Adita, sebagai moderator, mengarahkan diskusi terkait bagaimana VADR dapat membantu meningkatkan branding dan citra positif PTKIN melalui strategi kehumasan yang lebih terintegrasi. “VADR menawarkan peluang besar bagi pengelolaan informasi yang lebih cepat dan terukur. Hal ini penting bagi humas PTKIN dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis,” ujarnya.

Kegiatan Capacity Building Kehumasan PTKIN Se-Indonesia ini tak hanya menjadi ajang diskusi mengenai strategi dan inovasi teknologi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antar-humas PTKIN dalam menghadapi era digital yang terus berkembang. Para peserta berharap inovasi seperti VADR dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan kehumasan di seluruh PTKIN, termasuk di IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, humas diharapkan dapat meningkatkan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun citra positif kampus dan mengadopsi berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.(Hms@01)